Menurut kamus Cambridge daring, gamer memiliki arti “someone who likes playing computer games” atau jika diterjemahkan menjadi “seseorang yang senang bermain game komputer (elektronik)”. Jika mengambil referensi dari definisi tersebut, maka seseorang bisa disebut sebagai gamer jika dia suka bermain game, tak peduli seberapa besar kemampuan, koleksi game, atau wawasannya tentang game.
Seorang gamer (kadang-kadang juga disebut pemain atau atlet elektronik
dan eathlete) adalah orang yang memainkan permainan interaktif, terutama
video game, permainan peran-peran meja, dan permainan kartu berbasis
keterampilan, dan yang bermain untuk jangka waktu yang biasanya lama.
Di beberapa negara, seperti Inggris dan Australia, istilah "permainan" juga
dapat merujuk pada perjudian yang disahkan, yang dapat berbentuk
tablet tradisional maupun digital. Ada banyak komunitas gamer
yang berbeda di seluruh dunia. Sejak munculnya Internet, banyak komunitas
mengambil bentuk forum Internet atau komunitas virtual YouTube atau Twitch,
serta klub sosial pribadi.
APA SIH GAMER SEJATI ITU??
Gamer adalah makhluk yang memiliki satu misi penting di dunia, apalagi kalau bukan bermain game. Banyak tipe gamer dari yang perfectionist,
yaitu tipe yang tidak akan melewatkan satupun hal kecil seperti rahasia
atau item yang ada di game yang mereka mainkan, lalu tipe yang lainnya
adalah level grinder yang kerjaannya leveling
sampai level tertinggi hingga monster terkuat yang ada di game bisa
dengan mudah dia kalahkan, dan tipe-tipe gamer yang lain.
Namun menurut saya, gamer hanya terbagi menjadi 2 tipe, yang pertama adalah casual dimana dia akan membeli dan bermain game yang dia sukai hanya dengan tujuan untuk bersenang-senang saja. Yang kedua adalah hardcore,
dimana dia akan membeli dan bermain semua game yang pernah rilis di
dunia ini dengan tingkat kesulitan tertinggi, yah bisa dibilang dia
memiliki moto “no game no life” deh pokoknya.
Adanya tipe-tipe gamer tersebut, tak
jarang membuat kita yang mungkin termasuk dari beberapa tipe yang saya
sebutkan tadi mengaku-ngaku sebagai gamer sejati. Dari sini timbullah
sebuah pertanyaan yang sangat menarik, apa sih yang disebut gamer sejati itu?
Oke, pertama mari kita lihat dulu apa sih definisi kata sejati. Kamus Besar Bahasa Indonesia
menyatakan bahwa, sejati memiliki definisi satu jati atau satu hati.
Ketika ditilik lebih dalam lagi sejati memiliki maksud yaitu, sebenarnya
(tulen, asli, murni, tidak lancung, dan tidak ada campurannya). Berarti
gamer sejati adalah gamer yang sebenarnya, lalu apa maksud dari gamer
yang sebenarnya ini?
Setelah saya menelusuri beberapa situs, saya mendapatkan beberapa pendapat yang berbeda, contohnya seperti berikut, “gamer sejati adalah gamer yang selalu bermain game original” atau “gamer
sejati merupakan gamer yang mengerti seluk beluk game yang dia mainkan,
tidak hanya bermain game karena ikut hype atau tren di dunia maya”, atau pendapat yang lainnya seperti, “gamer
sejati adalah gamer yang memainkan semua jenis game, platform, tidak
pernah menyerah dalam sebuah game dan tidak pernah berpikir untuk
menggunakan cheat” dan beberapa pendapat lain.
Ada beberapa pernyataan yang serupa namun cukup menarik ketika saya menelusuri hal ini seperti, “Bukan gamer sejati namanya kalau tidak tahu istilah berikut”, atau “Barang ini hanya ditujukan bagi gamer sejati”, dan lain-lain. Dari sini saya memiliki pertanyaan besar lain, “kenapa orang-orang ini sangat peduli dengan kata-kata gamer sejati tersebut?”
Salah satu dari dirimu mungkin akan berpikir bahwa gamer sejati adalah gamer yang memiliki sense of accomplishment yang tinggi, seperti pernyataan saya di gamer tipe perfectionist di awal tadi. Semua jam yang telah kamu habiskan untuk bermain game terbukti dengan adanya “tanda kehormatan” di bagian tubuhmu, seperti kulit yang mengalami pengerasan akibat bermain game PC terus menerus demi meraih achievement tertinggi. Atau mungkin ada dari kamu yang berpendapat gamer sejati adalah gamer yang memiliki sense of community, kamu akan membicarakan semua hal tentang game seperti skyrim di salah satu komunitas gamer seperti reddit, indogamers, atau yang lain.
Hal ini mengingatkan saya dengan pernyataan seorang psikolog sosial Henri Tajfel,
yang menyebut hal ini sebagai pembentukan identitas diri, dimana salah
satu dari kepribadian seseorang terbentuk dari komunitas yang sedang dia
tekuni. Masalahnya, komunitas gamer yang sebenarnya memiliki jangkauan
pembahasan yang sangat kecil, karena kebanyakan komunitas gamer membahas
hal lain seperti game yang memiliki predikat “must play”, hype, grafik yang memukau, atau membahas trending topic,
dibandingkan membahas tentang ragam perkembangan dunia game dan
pengalaman bermain game. Bahkan kita sendiri tidak tahu game apa yang
sedang kita bahas di komunitas tersebut. Banyak orang yang menggunakan
istilah “gamer” atau “gamer sejati”
sesuka hatinya, yang menurut saya pribadi tidak ada gunanya sama sekali.
Contohnya penggunaan kata gamer sejati sebagai senjata untuk menyebut
dirinya berbeda dari yang lain.
Salah satu contoh “Confirmation Bias” dalam komunitas gamer
Beberapa gamer menderita hal yang disebut psikolog sebagai “confirmation bias”
yaitu sebuah kecenderungan seseorang untuk mencari bukti yang mendukung
pendapat atau kepercayaannya dan mengabaikan bukti yang menyatakan
sebaliknya. Misalnya, jika kamu jarang menemui bahwa ada cewek yang
bermain CSGO, Call of Duty, Final Fantasy, atau Dota,
mungkin kamu akan menarik kesimpulan bahwa tidak ada satupun cewek yang
bermain game. Hal ini menyebabkan stereotipe yang salah, seperti salah
satu stereotipe bahwa orang yang bermain game mobile di smartphone bukan seorang gamer sejati.
Label gamer sejati ini membuat sebuah
ilusi, dimana gamer sejati adalah individu yang berbeda dari kebanyakan
orang atau gamer yang lain. Terdapat sebuah pendapat yang cukup
menggelitik dimana gamer sejati adalah gamer yang bermain game yang
layak disebut sebagai sebuah “game”, sebut saja Grand Theft Auto, Dota, atau CSGO. Ini sama dengan mengatakan bahwa film yang sejati atau sebenarnya adalah film action dengan beberapa efek visualnya yang memukau, sementara genre film lain tidak termasuk film yang sebenarnya.
Lalu, bagaimana dengan gamer yang tidak
ingin bermain game yang mengandung pembunuhan atau aksi baku tembak?
Tidak seharusnya istilah gamer atau gamer sejati dibatasi dari game yang
mereka mainkan. Bermain game seperti Call of Duty sampai ratusan jam tidak lantas membuatmu menjadi gamer sejati, itu hanya membuatmu menjadi orang yang ahli bermain Call of Duty. Lantas, bagaimana definisi gamer sejati yang cocok? Ini pendapat saya, gamer sejati adalah gamer yang memiliki passion di dunia game dan memahami betul semua aspek di dalam game. Bagaimana denganmu? Menurutmu, apa yang dimaksud gamer sejati? Berikan komentarmu di bawah.